Biografi Tokoh-tokoh Pemikir Islam

Admin Monday, November 29, 2010
1.    Fazlur rahman

a.    Biografi

Nama lengkapnya adalah fazlur rahman, lahir pada 21 September 1919 di Hazara Pakistan.  Ia tumbuh dalam lingkungan tradisional. Latar belakang social keturunan indo-pakistan melahirkan pemikir yang liberal, contohnya adalah iqbal. Tidak heran jika pola piker fazlur cenderung kearah liberal. 

b.    Latar belakang pendidikan

Setelah lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan kosentrasi Sastra Arab di Universitas Punjab dan lulus tahun 1942 dengan gelar M.A. gelar doktoralnya diselesaikan tahun 1951 di Oxford University dengan kosentrasi Filsafat. Ia juga menguasai bahasa Latin, Yunani, Inggris, Perancis, Jerman, Turki, Persia, Arab dan Urdu. Ia mengajar beberapa saat di Durham University, Inggris, kemudian menjabat sebagai Associate Professor of Philosophy di Islamic Studies, McGill University, Kanada.
ia merupakan seorang guru besar filsafat.

c.    Metode

Dalam kajiannya, ia mengunakan istilah ‘double movement’, yaitu melihat keserasian antara teks dan konteks. Turats yang ada dikaji kembali dengan menyesuaikan teks dengan konteks kekinian. Dalam istilah lain disebut dengan quasi legal (tekstual), ratio legal (alasan terahirnya suatu hukum) dan legislasi actual (perwujudan ratio legal).  

d.    Pendekatan

Fazlur menggunakan pendekatan historis interpretative (normatif). Backgroundnya sebagai lulusan doktoral filsafat mempunyai andil yang cukup besar dalam mempengaruhi pemikirannya.  

e.    Pemikiran

Ia berpendapat bahwa ijtihad secara teoritis dan praktis tidak pernah tertutup sebab ijtihad merupakan hak privilise eksklusif golongan tertentu dalam masyarakat muslim. Hal ini berangkat dari konsep al-qur’an yang dimilikinya, yaitu al-qur’an adalah kalam allah, respon ilahi, elan vital al-qur’an adalah semangat moral, al-qur’an bersifat koheren dan kohesif serta merupakan dokumen untuk manusia.



2.     M. syahrur

a.    Biografi

Lahir tanggal 11 maret 1938 di damaskus. Ia tumbuh di lingkungan non agamis. Ia hanya anak seorang tukang celup dari lima bersaudara.

b.    Latar Belakang Pendidikan

Semenjak kecil ia disekolahkan disekolah umum dari tingkat dasar hingga menengah. Tahun 1957 ia pergi ke moskow untuk belajar ilmu tekhnik. Disana ia bertemu dengan marxsisme yang mempengaruhi pemikirannya. Magister dan doktoralnya ia selesaikan di universitas college irlandia konsentrasi mekanika tanah dan tekhnik pondasi. Jelas ia adalah ahli dalam bidang tekhnik. Pemikirannya banyak digugat mengingat latar belakangnya yang hanya lulusan teknik. Namun tahun 1990 ia mendalami filsafat dan linguistik.

c.    Metode

Ia mencoba untuk mendekonstruksi pemahaman umat islam terhadap al-qur’an. Ia menganggap umat islam berada dalam kebodohan atas hasil pemikiran ulama’ fiqh yang bersifat arogansi. 

d.    Pendekatan

Setelah ia menadalami filsafat dan linguistic, maka kajiannya bersifat historis-linguistic-humanistic-ilmiah. Ia menafikan sinonimitas al-qur’an.

e.    Pemikiran

Ia berpendapat bahwa tidak ada konsep sinonim dalam al-qur’an. Semua tergantung konteks yang ada.



3.     M. iqbal

a.    Biografi

Lahir pada tanggal 9 Nopember 1877 di Punjab Pakistan. Keluarga Iqbal berasal dari keluarga Brahmana Kashmir yang telah memeluk agama Islam sejak tiga abad sebelum kelahiran Iqbal, dan menjadi penganut agama Islam yang taat. Ia termasuk dari keluarga yang miskin

b.    Latar belakang pendidikan

Pada tahun 1895 Iqbal menyelesaikan pelajarannya di Scottish dan pergi ke Lahore. Disini ia melanjutkan studi Government College dan gurunya adalah Sir Thomas Arnold. Setelah selesai di Government College Iqbal belajar ke Eropa pada tahun 1905 melanjutkan di Cambridge University, Inggris, Ia belajar filsafat dengan Mc. Taggart, kemudian mengambil gelar doktor (Ph.D) di Munich, Jerman dan lulus pada tahun 1908 dengan disertasi berjudul The development of Methapysics of Persia. Ia juga terkenal sebagai seorang pujangga selain ahli dalam bidang filsafat.

c.    Metode

Latar belakangnya sebagai seorang filsosof memastikan dirinya mengunakan rasio yang kuat adalam tiap-tiap kajiannya. Dari sinilah kemudian muncul konsep ego, yaitu tiap-tiap individu memiliki kekuatannya sendiri untuk menentukan kekuatan dirinya.

d.    Pendekatan

Ia menggunakan pendekatan filosofis. Konsep insane kamil yang dilahirkannya melihat sisi manusia sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri.

e.    Pemikiran

Al-qur’an menurutnya adalah produk yang dinamis sesuai dengan konteks sedangkan hadis merupakan sebuah bentuk cara-cara dakwah nabi terhadap umatnya.



4.     Ibnu khaldun

a.    Biografi

Lahir di Tunisia pada tanggal 27 mei 1332. Terlahir dalam suasana religious namun juga akrab terhadap filsafat, logika dan matematika sejak usia dini.

b.    Latar belakang pendidikan

Dalam usia dini ia sudah akrab dengan filsafat, logika an matematika. Ketika beranjak dewasa, ia mulai menekuni sejarah, sosiologi, ekonomi, tata Negara dan filsafat. Hampir kesemua ilmu ini menjadi bahan rujukan para pemikir setelahnya. 

c.    Metode

Kajian yang dilakukanya menggunakan metode kritik sanad dan skeptis. Ia tidak serta merta menerima teks-teks hadis yang ia pelajari

d.    Pendekatan

Kajiannya bersifat sosio hostoris. Ia memunculkan teori siklus, yakni hubungan antara masyarakat pedalaman, masyarakat madani dan solidaritas kelompok. Tiga unsur ini merupakan inti dari konsep-konsep yang dilahirkannya

e.    Pemikiran

Konsep sosiologinya diterjemahkan oleh karl max dengan teori kelas, max webber dengan teori solidaritasya. Sedangkan konsep lainnya megenai sejarah, tata Negara (politik), ekonomi tak luput sebagai rujukan bagi pemikir setelahnya. 







5.     Luthfi asy-Syaukani

a.    Biografi

Pemikir kelahiran jakarta, tahun tidak diketahui.

b.    Latar belakang

Ia bergelar master hukum islam dan Ph.D di australia jurusan studi Islam

c.    Metode

Dalam melakukan pembagian tipologi ia menggunakan metode Deskriptif analitik terhadap objek kajiannya.

d.    Pendekatan



e.    Pemikiran

 Tipologi pemikiran arab kontemporer



6.     Abid al-jabiri

a.    Biografi

Lahir di maroko pada tanggal 27 desember 1935. Ia tumbuh dalam keluarga yang agamis.

b.    Latar belakang pendidikan

Pendidikan dasarnya ia habiskan di tanah kelahirannya sebelum ia menyelesaikan diploma bahasa arab di Casablanca tahun 1951-1953. Kegemarannya akan filsafat mengantarkannya ke universitas damaskus meski akirnya ia lulus di universitas rabat tahun 1967. Doktoralnya selesai tahun 1970 dalam bidang filsafat.  

c.    Metode

Dalam tipologi luthfi asy-syaukani abid termasuk tipe reformistik dengan metode dekonstruktif.

d.    Pendekatan

Ia seorang lulusan doctoral filsafat sehingga ia mengkaji dengan aspek rasio namun ojektif. Turats menurutnya harus sejalan dengan konteks kekinian.

e.    Pemikiran

Konsep progressifnya menyatakan bahwa masayarkat arab masih terbelakang daripada barat. Hal ini disebabkan masyaraka arab yang stagnan. Kemudin munculah buku trilogy yang mengkritik peradaban bangsa arab.  



7.     Jamaluddin al-afghani

a.    Biografi

Lahir di asadabad Afghanistan tahun 1838. Sejak kecil sudah tampak kecerdasannya tertama dalam bidang bahasa arab, sejarah, matematika, fil­safat, fiqh dan ilmu keislaman lainnya.

b.    Latar belakang pendidikan

Kecerdasannya yang dimiliknya sejak dini mengantarkannya pada usia 18 tahun dengan menguasai filsafat, hukum, sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan metafisika.

c.    Metode

Ia adalah seorang reformis konsruktif. Hal ini timbul arena melihat penjajahan yang dilakukan inggris terhadap india.

d.    Pendekatan

Melihat kejadian tersebut, ia coba mengkaji keadaan tersebut dengan aspek politik.

e.    Pemikiran

Kejadian penjajahan tersebut disebabakan oleh kemunduran pemikiran umat islam yang meningglakan ajaran agama.



8.     Sayyid quthb

a.    Biografi

Tanggal 9 oktober 1906 adalah kelahirannya di mesir. Hafal al-qur’an usia 10 tahun dan tumbuh dalam lingkungan agamis.

b.    Latar belakang pendidikan

Tingkat pertama ia selesaikan di kairo, kemudian ia ikut diklat kegurua selama tiga tahun. Gelar sastra ia peroleh di universitas dar al-ulum sekaligus diploma pendidikan. Kemudian magister pedidikannya ia dapatkan di Stanford university amerika.

c.    Metode

Dalam karyanya tafsir fi dhilalil qur’an, ia mencoba mendeskripsikan alqur’an. Sebagian yang lain mengatakan ia menggunakan metode tahlili.

d.    Pendekatan

Latar belakang sebagai seorang lulusan sastra mempengaruhi akan hasil tafsirnya. Kajiannya pun linguistik.

e.    Pemikiran

Ia meganggap modernitas yang didapat oleh barat hanyalah semu, sebab kosongnya dari nilai-nilai spiritualitas.



9.     M. arkoun

a.    Biografi

Lahir pada 2 januari 1928 di aljazair. Tumbuh dalam keluarga yang berstrata rendah, dimana ibunya adalah seorang yang buta huruf.  

b.    Latar belakang pendidikan

Tingkat dasar ia selesaikan dirumah, kemudian menengah di oran. Ia menyelesaikan sarjanya di uiversitas aljir konsentrasi satra arab. Doktoralnya selesai di Universitas Sorbonne, Paris. Bidang sastra.

c.    Metode

Ia mengkalim dirinya menggunakan metode kritis untuk meneliti secara lebih luas.

d.    Pendekatan

Metode kritisnya ia gabungkan dengan aspek historis sebagaimana yang dilakukan aliran positivistik.

e.    Pemikiran

Ia tidak senang dengan adanya dikotomi antar umat islam. Ia tidak senang dengan adanya marjinal dengan sentral serta partikular dengan universal.



10.  M. abduh

a.    Biografi

Lahi di mesir tahu 1850. Tumbuh dalam lingkungan sederhana serta ayah yang berpoligami. Ia menikah diusia 16 tahun.

b.    Latar belakang pendidikan

Setelah mematngkan diir dengan ilmu tajwid, ia akhirnya menuju al-azhar dengan konsentrasi filsafat dan bahasa.

c.    Metode

Ia menggunakan metode konstektual reinterpetasi serta rasionalisasi teks

d.    Pendekatan

Aspek yang digunakan adalah apek pendidikan.

e.    Pemikiran

Ia berusaha untuk membebaskan masyarakat dari unsure taqlid. Kemudian ia juga ingin memperbaiki gaya bahasa arab yang ada.



11.  Ibnu arabi

a.    Biografi

Lahir di Marcia Andalusia tahun 1102. Ia suka mengembara sejak ia selesai belajar fiqh di sevilla.

b.    Latar belakang pendidikan

Ia terkenal akan kebiasaan merenungnya. Setelah ia beajar fiqh ia mendalami filsafat tasawuf.

c.    Metode

Ia menggunakan metode teologis yang tebagi menjadi visi mistis dan visi rasionalis.

d.    Pendekatan

Sedang pendekatannya adalah filosofis

e.    Pemikiran

Ia berhasil menghairkan konsep wihdatul wujud serta al-haqiqat al-muhammadiyah serta insane kamil



12.  Asghar Ali Enginer

a.    Biografi

Lahir di rajhastan pada tanggal 10 maret 1939. Ia adalah seorang aktifis dan penulis produktif. Besar dalam lingkunga yang agamis

b.    Latar belakang pendidikan

Sejak kecil ia telah mempelajari tafsir, ta’wil, fiqh dan bahasa arab. Ia merupakan lulusan tekhnik sipil.

c.    Metode

Metodenya adalah hermeneutic normative universal.

d.    Pendekatan

Kajiannya  meliputi aspe sosio kultur historis

e.    Pemikiran

Ia mencoba menawarkan konsep pluralism beragama dan sekulerisme



13.  Harun nasution

a.    Biografi

dilahirkan di Pematangsiantar pada tanggal 23 September 1919. Tumbuh dalam keluarga ulama dan pedagang yang sukses.

b.    Latar belakang pendidikan

Dididik dalam suasana religious, harun melanjutkan studinya ke Moderne Islamietische Kweekschool (MIK) sebuah sekolah menengah keagamaan. Kemudian ia melanjutkan studinya ke mekkah serta mesir hingga berlanjut ke mc gill university konsentrasi filsafat.

c.    Metode

Sebagai seorang lulusan filsafat ia lebih menggunakan rasio sebagai metode berpikirnya

d.    Pendekatan

Ia cenderung memilih filosofis teologis sebagai pendekatannya.

e.    Pemikiran

Ia lebih dikenal dengan pemikirannya yang cenderung mengikuti mu’tazilah yang mendewkan akal dalam setiap permasalahannya. Harun lebih condong pada filsafat dan masalah teologi.



14.  Nur kholis majid

a.    Biografi

Lahir Jombang 17 maret 1939. Sejak kecil sudah akrab dengan dunia pesantren.

b.    Latar belakang pendidikan

Santri di pesantren ploso jombang dan pesantren modern gontor. S1 fakultas sastra dan klebudyaan islam IAIN Syarif Hidayatullah. Ph.D di University of Chicago

c.    Metode

Kajiannya menggunakan metode Modernis sekuler/reformistik rekonstruktif

d.    Pendekatan

Ia memakai aspek Sosio Teologis dalam kajiannya

e.    Pemikiran

Nur kholis menawarkan konsep Noemodernisme, kembali pada al-Qur’an, liberalisasi, sekulerisme, open minded serta free will.



15.  KH. Husein Muhammad

a.    Biografi

Lahir di Cirebon pada tanggal 9 Mei 1953, tumbuh besar dalam suasana pesantren yang terkenal religius.

b.    Latar belakang pendidikan

Semenjak kecil ia telah dibekali ilmu agama oleh kakeknya. SLTP dan SMAnya ia habiskan di daerah asalnya arjawinangun. Ia terkenal aktif mengikuti kegiatan ekstra di sekolahnya.

c.    Metode

Ia terpengaruh teori double movement fazlur rahman dalam memahami teks-teks hokum.

d.    Pendekatan

Latar belakangnya sebagai aktivis pembela perempuan membawanya untuk melihat aspek sosio normative teologis dalam kajian teks.

e.    Pemikiran

Sebagai aktivis feminism, ia telah banyak melahirkan buku tentang wanita. Ia ingn menyetarakan wanita dengan laki-laki.



16.  Mukti ali

a.    Biografi

lahir di Cepu pada tanggal 23 agustus 1923. Tumbuh dalam keluarga yang sangat berada. Ayahnya adalah saudagar kaya namun tidak berfoya-foya. Ia mengajarkan pada mukti ali untuk hidup sederhana

b.    Latar belakang pendidikan

tahun 1931 di HIS(Hollandsch inlandsche School) ia bersekolah. Kemudian ayahnya mengirimnya ke pesantren asuhan kiai usman putra kiai hasyim asy’ari. Baru di pesantren tremas asuhan kiai ali mashum ia mengeyam pendidikan formal kembali.ia melanjutkan ke STI Jogjakarta(Universitas Islam Jogjakarta),Universitas Karachi jurusan Sejarah Islam, Pakistan dan tahun 1952di McGill University, Institut of Islamic Studies

c.    Metode

Kajiannya menggunakan metode sintesis atau komparasi ilmiah dengan doktrin

d.    Pendekatan

Kajiannya bersifat sosio historis

e.    Pemikiran

Mukti ali menawarkan konsep scientific cum doktriner dan agreement in disagreement. Dalam wacana kekinian ia dapat disebut sebagai salah seorang sosiolog.



17.  Amin Abdullah

a.    Biografi

Lahir DI Margomulya tanggal 28 Juli 1953. Ia besar dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.

b.    Latar belakang pendidikan

Ia memulai pendidikan di KMI Gontor dan program sarjana muda IPD Gontor. Menyelesaikan S1 di Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama IAIN (UIN) Sunan Kalijaga. Ph.d bidang filsafat Islam di Departement of Philosopy faculty of Art and science, METU Ankara Turki serta program post doctoral di McGill University Canada

c.    Metode

Amin Abdullah mengunakan metode doktriner normative kritis historis

d.    Pendekatan

Pendekatannya sosio historis

e.    Pemikiran

Jika mukti ali menggunakan istilah sintesis, maka amin Abdullah menggunakan istilah integrasi-interkoneksi dalam arti yang sama.



18.  Theodor noldeke

a.    Biografi

Hamburg jerman 2 maret 1837. Dibesarkan dalam lingkungan pendidik karena ayahnya adalah seorang kepala sekolah.

b.    Latar belakang pendidikan

Tertarik pada kajian bahasa semit (arab dan persia) sebelum masuk universitas Gottingen. Sarjana dengan risalah tarikh al-qur’an.

c.    Metode

Kajiannya mengunakan Normatif Teologis

d.    Pendekatan

Aspek kajiannya meliputi Analisis Konteks

e.    Pemikiran

De Goeje  (terpengaruh pemikiran abraham geiger)



19.  William M. Watt

a.    Biografi

lahir 14 Maret 1909 di Ceres, Fife, Skotlandia. Ia adalah seorang pakar studi keislaman dan sejarah keislaman.

b.    Latar belakang pendidikan

Ia adalah professor studi arab-islam.

c.    Metode

Ia mengkaji dengan metode Analisis kritis.

d.    Pendekatan

Adapun pendekatannya secara teologis.

e.    Pemikiran

Ia menawarkan konsep Modernisasi, yaitu harmonisasi antara islam dan kristen serta  al-Qur’an adalah perjanjian lama dan baru



20.  Ignaz goldziher

a.    Biografi

Hungaria, 22 juni 1850. Tumbuh dalam keluarga yang memiliki pengaruh terhadap kelompok lain.

b.    Latar belakang pendidikan

Kuliah di Universitas Leipzig pada Fleisser seorang pakar filologi. Melakukan kajian peradaban arab secara mendalam ketika menjadi pimpinan di Universitas Budapest.

c.    Metode

Kajiannya dengan metode Kritik matan dan historis kritis

d.    Pendekatan

Historis fenomenologis

e.    Pemikiran

Skeptis terhadap otentitas hadist, islam bukan wahyu tetapi pengaruh asing, hadist produk perkembangan sejarah bukan dari nabi, perbedaan qiraah karena kekurangan tulisan arab



21.  Snouck hurgronje

a.    Biografi

1.    Lahir pada 8 Februari 1857 di desa Osterhout yang terletak di Timur Laut kota Breda, Belanda. Berasal dari keluarga pendeta Protestan (domine) terkemuka yang konvensional dan semi ortodoks. Tetapi lingkungan dia belajar (Leiden) adalah liberal untuk zaman itu.

b.    Latar belakang pendidikan

pendidikan dasar di Osterhout, Sekolah Menengah di Breda, Belajar bahasa Latin dan Yunani sebagai persiapan masuk universitas, dan berhasil me­nempuh ujian masuk universitas pada Juni 1874. Pada tahun 1874, mendaftar ke Fakultas Teologi di Universitas Leiden, Belanda. Pada Mei 1876, menempuh ujian kandidat dalam filologi klasik Yunani dan Latin. April 1878, mengikuti ujian kandidat dalam Teologi. Namun, tetap menekuni Filologi. September 1878 berhasil menempuh ujian Filologi Semit. November 1879, berhasil memperoleh gelar doktor dengan risalah berjudul Musim Haji di Makah. Tahun 1880/1881,  menghadiri perkuliah­an Theodore Noldeke di Strassburg. bersama dua orientalis terkenal, C. Bezold dan R. Bunnow.

c.    Metode

Ia mempraktekan metode parsipatoris atau hidup bersama. Ia melakukannya dengan tujuan dapat mengetahui islam dari dalam akan kelemahan yang dimiliki islam. 

d.    Pendekatan

Dalam metode parsipatoris yang dipakainya, pendekatannya adalah empiris berdasar akan pengalaman nyata.

e.    Pemikiran

Hasil dari parsipatorisnya adalah islam membawa hal negative karena terdapat fanatisme agama yang membenci belanda. Persatuan ulama juga memiliki peranan yang kuat terhadap keberagamaan di aceh. Al-qur’an menurutnya adalah karya tulis Muhammad yang berisi gagasannya sendiri. 





22.  Joseph Schacht

a.    Biografi

Ia lahir pada tanggal 15 maret 1902 di polandia. Ia dibesarkan dalam suasana katholik roma serta ia mahir berbahasa yahudi karena ia belajar kepada salah seorang rabbi.

b.    Latar belakang pendidikan

Belajar bahasa yahudi sejak kecil, ia masuk ke Universitas Breslau (Wroclaw) dan Leipzig untuk mendalami filologi klasik dan teologi. Universitas Freiburg di Breusgau menjai saksi penting hidupnya. 1927 menjadi asisten professor dan dua tahun kemudian dipromosikan untuk menajdi professor penuh bidang bahasa ketimuran. Ia juga sempat kuliah di al-azhar mengambil jurusan hokum islam.

c.    Metode

Dalam kajian hokum islam ia menggunakan metode kritik sanad sebagaiman yang ia dapatkan dari gurunya ignaz goldzieher. Ia mendapati bahwa hadis tidak ada yang otentik dan semuanya palsu.

d.    Pendekatan

Kajian kritik sanad yang dilakukannya menggunakan aspek sosio historis. Ia melihat hadis yang ada adalah hasil produk ulama abad kedua dan ketiga hijriyah.

e.    Pemikiran

Sebagai sarjana hokum islam, ia menyatakan bahwa hokum adalah produk manusia, bukan dari tuhan, berikut hadis yang digunakan sebagai sumber rujukan pengambilan hokum islam.


loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
March 31, 2016 at 7:43 AM delete

Orang2 ini nih yang seharusnya diceritakan supaya jadi inspirasi.

Bukan artis2 ga jelas.

Reply
avatar

Silahkan Tuliskan Komentar Anda disini. jika anda belum mempunyai Google Account atau Open ID, Anda bisa Menggunakan Name/Url (disarankan menggunakan opsi ini) atau Anonimous. Mohon berkomentar dengan bijak dan jangan spamSilahkan komentar