PENGERTIAN FILSAFAT AGAMA

Admin Monday, December 20, 2010

PENGERTIAN FILSAFAT AGAMA

Sebagai sebuah kekuatan, sumber motivasi dan inspirasi, agama memiliki peran penting dalam kehidupan dan sejarah kemanusiaan. Hal ini tetap dan seterusnya akan benar meskipun kaum sekularis muncul mendeklarasi perlunya kebenaran ditumpukan pada otoritas inteligensi manusia dan mengusung “humanitas” sebagai pengganti peran penting agama dan berdalih bahwa agama tidak lagi ada gunanya bagi kehidupan. Indikasinya, sebagian besar umat manusia hingga kini masih bergeliat dengan upaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti; apakah Tuhan itu ada? Mengapa Tuhan membiarkan lahirnya penderitaan? Dan apa yang terjadi setelah manusia mati? Pertanyaan-pertanyaan ini, bagi agama-agama besar perlu memperoleh jawaban sehingga dapat memenuhi harapan dan ketakutan umat manusia dalam menjalani kehidupannya.

Filsafat agama adalah jalan terbaik untuk mengkaji pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Maksud saya, dalam pengkajiannya Filsafat agama juga perlu memperhatikan jawaban-jawaban yang telah diberikan oleh beberapa agama yang besar. Karena itu, Filsafat Agama mestinya dipahami sebagai refleksi kritis atas kepercayaan-kepercayaan atau keyakinan-keyakinan keagamaan.

Untuk menjelaskan mengapa focus FA tertuju pada kepercayaan-kepercayaan religius itu maka sangat membantu jika kembali dijelaskan tentang apa itu filsafat dan agama. Adakalanya filsafat dan agama terlihat sebagai rival dan hubungannya seringkali tidak hangat. Penguraian mengenai apa itu filsafat dan apa itu agama tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Di dalam mengurai keduanya seringkali ditemukan aktivitas, gaya dan substansi yang beraneka ragam dan berbeda-beda. Karena itu, yang paling mungkin dilakukan adalah melihat filsafat dan agama sebagai dua hal yang betul-betul berseberangan dan tak mungkin ketemu. Penganut agama karena itu memandang secara tidak simpatik kepada filosof yang dianggap melecehkan keyakinan religius mereka. Sementara itu, bagi para filosof, penganut agama merupakan makhluk-makhluk yang tertutup matahatinya untuk menerima kebijaksanaan sejati. 

Meskipun keduanya terlibat konflik yang demikian tajam namun dalam kenyataannya, ada banyak filosof besar adalah penganut agama yang fanatic, juga filosof banyak berkontribusi dalam menyediakan penjelasan-penjelasan akurat terhadap problem dan pertanyaan-pertanyaan agama. Nah, pertanyaan mengenai apakah agama itu reasonable atau tidak, menurut saya adalah tujuan utama Filsafat Agama untuk memberi jawaban.

Kaitan Agama dengan kehidupan manusia itu sangat komplikaeitit sehingga tidak heran jika menarik perhatian berbagai ilmuwan, dari sosiologi, sejarah, antropologi, dan psikologi. Agama bersentuhan dengan keseluruhan eksistensi hidup manusia. Kajian ilmu-ilmu terhadap agama itu tidak jarang melakukan reduksi terhadap agama. Filsafat berusaha menilai secara kritis atas carakerja ilmu-ilmu itu. Filsafat bertendensi menemukan pengetahuan mendalam dan menyeluruh atas kebenaran agama.
loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Tuliskan Komentar Anda disini. jika anda belum mempunyai Google Account atau Open ID, Anda bisa Menggunakan Name/Url (disarankan menggunakan opsi ini) atau Anonimous. Mohon berkomentar dengan bijak dan jangan spamSilahkan komentar