Thursday, December 16, 2010

AIDS DAN FLU BURUNG SERTA PENANGANANNYA DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN

Oleh : Moh. Thohir, S.Sos.I

A. PENDAHULUAN
Ada sebuah pepatah menyatakan bahwa "setiap penyakit itu ada obatnya", bagaimana halnya dengan penyakit Aids dan flu burung ?. ternyata pepatah tersebut belum mampu menjawabnya, mengingat kedua jenis penyakit mematikan yang sangat ditakuti oleh umat manusia akhir-akhir ini belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Yang ada hanyalah obat-obat sekedar penguat daya tahan tubuh terhadap kedua penyakit tersebut, yang kekuatannya cukup terbatas.
Pertanyaannya sekarang, ada apa sebenarnya dengan Aids dan flu burung? Mengapa kedua penyangkit langka ini kok baru muncul? apa sebenarnya pesan Tuhan yang tersirat dibalik menyebarnya kedua virus penyalit tersebut? Apakah aidz dan flu burung sekedar sebuah penyakit biasa, ataukah sebuah Azab yang tak terasa? Mengapa hingga saat ini, kok belum ditemukan obatnya? Apakah datangnya kedua penyakit tersebut merupakan ayat-ayat cinta atau murka tuhan semata? Masih banyak sebenarnya sederet pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab misteri aids dan flu burung. Bagaimana Al-Qur'an dalam konteks ini ?
Al Qur'an sebagai sebuah pedoman hidup telah memberikan isyarat kepada umat manusia agar banyak mengambil pelajaran atau hikmah yang terkandung dibalik peristiwa-peristiwa dan kisah-kisah umat terdahulu sebagai cermin di masa yang akan datang, termasuk munculnya wabah penyakit menimpa kaum nabi tertentu yang secara kontektual barangkali bisa dikaitkan dengan munculnya fenomina aids dan flu burung saat ini, karena timbulnya sebuah penyakit tidaklah lepas dari hukum kausalitas (sebab akibat). Benarkah demikian? Mari kita kaji bersama.
B. MENGENAL AIDS
Human Immunodificiency Virus (HIV) adalah virus penyebab penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan merusak sel-sel darah putih sebagai penangkal infeksi sehingga lama kelamaan kekebalan dan daya tahan tubuh berkurang serta mudah terkena penyakit. Virus HIV terdapat di cairan tubuh dan yang terbukti menularkan adalah darah, sprema/air mani, cairan vagina dan ASI. Sementara air mata, air ludah, air kencing dan keringat belum ada laporan menularkan penyakit ini. Bila seseorang darahnya terdapat virus HIV maka orang tersebut dikatakan positif HIV.
Kerusakan sistem kekebalan tubuh menyebabkan seseorang rentan dan mudah terjangkit bermacam-macam penyakit. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahayapun lama kelamaan dapat menyebabkan sakit parah bahkan kematian. Sehingga AIDS disebut sebagai Syndrome atau kumpulan berbagai gejala penyakit.
HIV pertama kali ditemukan pada bulan Januari 1983 oleh dr. Luc Montagnier, dkk, dari Institut Pasteur Perancis. Awalnya penyakit ini disebut Lymphadenopathy Associated Virus (LAV). Kemudian bulan Juli 1984 dr. Robert Gallo dari Lembaga Kanker Nasional (NIC) Amerika menyebutnya Human T-Lymphoytic Virus Type III (HTLV III). Selain itu ilmuwan J.Levy juga menemukan virus penyebab AIDS yang dinamakan AIDS Related Virus (ARV). Akhirnya pada bulan Mei 1986, Komisi Taksonomi Internasional sepakat menyebut nama virus penyebab AIDS dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Tetapi sampai saat ini belum diketahui dengan jelas dari mana dan kapan tepatnya HIV/AIDS muncul. Diperkirakan pada tahun 1970-an di daerah Sub Sahara Afrika, HIV sudah berkembang dan meluas. Perkiraan dibuat berdasar kasus-kasus yang ada di rumah sakit di beberapa negara bagian Afrika, beberapa contoh darah telah mengandung HIV. Namun semua ilmuwan setuju bahwa kasus pertamanya adalah laporan dari Gotlieb dkk di Los Angeles pada 5 Juli 1981. Tak lama kemudian ilmuwan Amerika mengamati terjadinya penyakit yang sama di kalangan pria homoseksual, sehingga sampai sekarang masih banyak orang percaya bahwa hanya kaum homo yang dapat menularkan dan tertular HIV. Hal itu memunculkan pula plesetan singkatan AIDS dengan Akibat Intim Dengan Sesama.
HIV dapat menular melalui : 1). Hubungan seks yang tidak terlindung baik melalui vagina, anal maupun oral dengan pasangan yang mengidap HIV/AIDS. 2). Tranfusi darah yang mengandung HIV/AIDS 3). Jarum suntik, alat tusuk lainnya (akupunktur, tindik, tatto), pisau cukur, sikat gigi bekas dipakai orang yang mengidap HIV/AIDS 4). Pemindahan virus dari ibu hamil pengidap HIV/AIDS kepada janin dan ASI. Dan sebaliknya HIV tidak menular dengan : 1). Hidup serumah dengan penderita HIV/AIDS, asal tidak berhubungan seksual 2). Jabat tangan, mengobrol, memeluk, berciuman pipi, bersonggolan badan dengan penderita HIV/AIDS 3). Penderita HIV/AIDS bersin, batuk, berkeringat, mengeluarkan air mata 4). Digigit serangga, nyamuk dan binatang peliharaan 5). Berenang bersama-sama di kolam renang 6). Menggunakan toilet bersama-sama 7). Makan dan minum bersama
Perjalanan Infeksi HIV/AIDS yakni masa inkubasinya sangat tergantung pada daya tahan tubuh tiap orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini penderita tidak memperlihatkan gejala-gejala, tetapi kekebalan tubuhnya makin hari makin menurun dimana fungsi sistem kekebalan tubuh rusak. Bila kerusakan sistem kekebalan semakin parah, penderita akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS, diantaranya : a). Badan menurun secara drastis selama satu bulan b). Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas c). Demam lebih dari 380C selama lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas d). Rasa lelah berkepanjangan e). Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan f). Bercak putih di mulut g). Bercak merah kebiruan di kulit h). Terkena Penyakit infeksi lain
Upaya Pencegahan AIDS yang bisa dilakukan yakni 1). Pencegahan melalui hubungan seksual 2). Pencegahan melalui darah : skrining darah donor 3). Pencegahan melalui jarum/alat tusuk lainnya 4). Pencegahan dari ibu HIV kepada bayinya.
C. MENGENAL FLU BURUNG
Flu Burung (Avian Influenza) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus influenza strain type A (H5N1). Penyakit ini menular dari burung kepada burung, tetapi juga dapat menularkan kepada manusia. Penyakit ini dapat menular lewat udara yang tercemar virus H5N 1 yang berasal dari kotoran burung / unggas yang menderita influenza. Sampai saat ini belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia. Penyakit ini terutama menyerang petemak unggas. Masa inkubasi penyakit ini sangat singkat yaitu 1 - 3 hari.
Virus AI diramalkan potensial sebagai “makhluk pembunuh” yang menakutkan bila penyebarannya tidak bisa dihentikan. Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menduga pandemi global flu burung dapat menewaskan sekitar tujuh juta umat manusia. Kini, seluruh negara di dunia bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi global (terjadinya wabah dalam waktu bersamaan dalam wilayah yang luas). Penyakit flu burung sebenarnya termasuk tipe penyakit air borne desease (penyakit yang menular melalui udara/pernapasan), bukan tipe penyakit food borne desease (menular lewat makanan).
Untuk mencegah meluasnya wabah flu burung maka penanganannya harus dilakukan secara sistemik dan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Mengingat infeksi penyakit flu burung akan menimbulkan kematian yang sangat tinggi pada ternak unggas dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak, dan mengancam nyawa manusia, maka penanganannya perlu dilakukan komprehensif dan terintegrasi. Unggas yang terinfeksi flu burung biasanya memperlihatkan gejala depresi, nafsu makan hilang, jengger bengkak dan berwarna kebiru-biruan, produksi telur terhenti, gangguan saluran pernafasan yang ditandai batuk, bersin dan diare. Kematian terjadi secara mendadak, penurunan produksi telur. Meskipun wabah flu burung bersifat mematikan pada unggas, namun konsumen tidak perlu kawatir berlebihan mengkonsumsi daging dan telur ayam. Sebab, virus AI mudah mati dengan pemanasan pada suhu 56 C selama 3 jam atau pada 60 C selama 30 menit Artinya, selama konsumen tidak memakan telur atau daging ayam mentah, maka kecil kemungkinan terinfeksi AI.
D. AIDS DAN FLU BURUNG DALAM AL-QURA'N
Dari uraikan singkat diatas tentang aids dan flu burung sebagai sebuah penyakit menular yang berasal dari virus atau wabah tertentu, apakah ada bahasan khusus mengenai kedua penyakit tersebut dalam Al-Qur'an? Tentu tidak ada. Namun secara implisit Al-Qur'an sebenarnya telah memberikan isyarat secara universal mengenai beberapa peristiwa yang berkaitan dengan aids dan flu burung sebagai sebuah virus atau wabah,. Diantaranya ;
1. Kaitan prilaku kaum Nabi Luth dengan munculnya penyakit Aids
Nabi Luth adalah seorang Rasul yang diutus secara khusus kepada kaum sadom (Yordan) yang memiliki prilaku buruk dan menyimpang berupa homoseksual (suka sesame jenis) yang dilakukan secara terang-terangan tanpa malu-malu. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an :
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya : "sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu ". (QS. Al-Ankabut :28)
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Artinya : Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran-kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaummya tidak lain hanya mengatakan : '"Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Al-Ankabut : 29)
Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar kata Fahisyah bermakna perbuatan keji, buruk dan busuk yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun seisi alam pada waktu itu, sehingga beliau menegaskan bahwa kaum sodomlah yang mula-mula berbuat prilaku homosekssual. Berbeda dengan Qurais Shihab dalam tafsir Al-Misbah kata fahisyah dimaknai dengan hubungan yang tidak normal. Bbeliau menambahkan bahwa dalam satu riwayat yang oleh sementara ulama dinyatakan sebagai hadis Nabi Muhammd dinyatakan bahwa "Tidak merajalela fahisyah dalam satu masyarakat sampai mereka terang-terangan melakukannya, kecuali tersebar pula wabah dan penyakit diantara mereka yang belum pernah dikenal oleh generasi sebelumnya". Dan Quraisy Shihab pun menyatakan bahwa perbuatan kaum Nabi Luth termasuk pelanggaran terhadap fitrah, yang mengakibatkan apa yang diistilahkan dengan uqubatul fitrah (sangsi fitrah). Dalam konteks pelanggaran terhadap fitrah seksual, sangsinya antara lain apa yang dikenal dewasa ini dengan penyakit Aids. Dan akibat pelanggaran fitrah seksual kaum Luth, maka Allah telah menghancurkan kota Sodom dan Gomorah dengan hujan batu sijjil yakni batu bercampur tanah, atau tanah bercampur air lalu membeku dan mengeras menjadi batu yang menimpa mereka dengan bertubi-tubi karena masyarakatnya telah melakukan faahisyah, yakni hubungan seksual pria dengan pria yang menggunakan anus sebagai liang senggama, dan hubungan seksual wanita dengan wanita. Firman Allah Swt :
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ
مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
Artinya. " Maka takkala datang ketentuan kami, kami jadikan yang diatasnya ke bawahnya dan kami hujani mereka dengan sijjil dengan bertubi-tubi. Diberi tanda dari sisi Tuhanmu, dan siksaan itu dia tiadalan jauh dari orang-orang yang dzalim ". (QS. Hud : 82-83).
2. Kaitan Peristiwa Gajah dengan Wabah Flu Burung
Firman Allah Swt :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ
Artinya : " Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. (QS. Al-Fiil : 3-4)
Dalam surat al Fiil diatas bersi penjelasan tentang kegagalan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, karena Ka'bah dipelihara oleh Allah Swt. Lalu apa kaitannya peritiwa gajah dengan flu burung. Dalam hal ini, Penulis menganggap keduanya memiliki keterkaitan makna yang tersirat, baik tairan ababil dan flu burung sama-sama membawa virus atau wabah yang misterius yang berakibat kerusakan pada tubuh. Dalam surat ini penulis mengutip pendapat syekh Muhammad Abduh dalam memaknai kata "Tairan ababil', beliau menafsirkan peristiwa burung itu dengan kejadian wabah cacar. Dan burung-burung yang Dimaksud disitu ialah lalat-lalat yang membawa kuman-kuman cacar, karena Kata tayran dimaknai setiap benda yang terbang. Dan wabah cacar dianggap terjadi pertama kali pada pasukan gajah.yang telah memamah tubuh mereka dengan dahsyat, daging-daging mereka merelai dan menyebabkan Abrahah sendiri dan tenteranya takut dan terpaksa lari.
Menurut keterangan lain, wabak cacar itu disebabkan anak-anak batu yang digugurkan ke atas tentera-tentera Abrahah oleh pasukan-pasukan burung yang dihantar oleh Allah bersama angin, berupa jenis nyamuk atau lalat yang membawa kuman setengah penyakit. Dan anak-anak batu yang dimaksud disitu adalah batu-batu dari tanah kering beracun yang dibawa angin dan melekat pada kaki binatang-binatang. Apabila tanah itu mengenai badan ia akan masuk ke dalam lubang-lubang kulit dan menimbulkan kudis-kudis yang akhirnya badan menjadi buruk dan daging-dagingnya gugur. Banyak binatang lemah tyang terbang merupakan bala tentera Allah yang paling kuat dalam membinasakan manusia.. Dan binatang tersebut membawa kuman dan hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui jumlah bilangannya. Bagaimana dengan kuman flu burung? Flu burung juga mengandung kuman/virus yang sama-sama mematikan manusia sebagaimana yang telah diterangkan diatas.

D. PENANGANAN AIDS DAN FLU BURUNG DALAM
PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Berkembangnya wabah AIDS berkaitan erat dengan kemerosotan iman, moral dan mental masyarakat. Mayoritas pengidap AIDS adalah kelompok masyarakat yang kehidupan seksualnya telah melanggar norma-norma sosial dan hukum, serta tidak memegang teguh ajaran agamanya. Para pengidap AIDS umumnya di kenal sebagai kelompok risiko tinggi yakni para pelacur, homoseks (biseks), heteroseks, lesbian, pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang dengan jarum suntik dan sebagainya.
Mewabahnya AIDS di kalangan kelompok risiko tinggi, selaras dengan peringatan Nabi Muhammad Saw. Diantaranya sabda beliau seperti diriwayatkan Ibnu Majah : "Rasulullah SAW datang kepada kami, lalu bersabda, wahai sahabat Muhajirin, lima perkara ini apabila kalian diuji dengannya maka kalian akan menerima cobaan dan siksaan. Aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya. Apabila masyarakat itu telah melaksanakan kemaksiatan, maka penyakit kolera dan "penyakit" yang tidak pernah menimpa umat terdahulu akan mewabah.". Seorang ulama Mesir yakni Dr Yusuf Al-Qurdhawi menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan "penyakit" itu adalah apa yang dikenal sekarang dengan nama AIDS. Jika ini benar, maka AIDS adalah penyakit yang muncul di abad ke-20, namun sudah diprediksikan keberadaannya sejak lima belas abad yang lalu, dan ditimpakan Tuhan sebagai azab dan peringatan kepada umat manusia yang telah melakukan perzinaan dan kemaksiatan secara terang terangan.
Mengingat penyakit AIDS sampai sejauh ini belum diketahui obatnya, maka tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk menghentikan penularannya. Pencegahan penularan HIV/AIDS seharusnya mengacu kepada kenyataan bahwa penyakit ini merupakan penyakit perilaku, yakni lahir dari perilaku seksual yang salah atau menyimpang dari nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku.
Mayoritas pengidap AIDS adalah individu-individu yang mengalami kemerosotan iman, moral dan mental. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan AIDS, maka perilaku individu atau masyarakat harus terlebih dahulu dibenahi dan harus dimulai dari masing-masing individu, keluarga kemudian masyarakat secara bersama-sama. Ada beberapa upaya penanganan yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS berdasarkan perspektif Al-Qur'an, diantaranya :
1. Mananamkan pemahaman akan larangan Zina. Firman Allah :
ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا
Artinya "Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS Al Isra : 32).
Zina adalah perbuatan dosa besar dan pelakunya akan mendapat azab yang sangat pedih, sebagaimana sabda Rasulullah : "Wahai kaum muslimin, takutlah akan berbuat zina, karena sesungguhnya di ada enam perkara, tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat, maka adapun yang ada di dunia adalah hilangnya sinar di muka, pendek umurnya dan terus menerus kefakiran, dan adapun yang ada di akhirat adalah mendapat murka Allah tabaraka wataala, sejelek-jelek penghisaban dan siksa neraka." (HR Al Baihaki).
Memberikan pemahaman tentang bahaya zina yang berakibat AIDS, dapat mencegah keterlibatan seseorang dengan sumber-sumber penularan AIDS seperti pelacuran dan narkoba. Hancurnya sistem kekebalan tubuh, sehingga rentan terhadap serangan penyakit akan membuat orang berfikir untuk tidak terlibat dengan AIDS.
2. Menganjurkan banyak bercermin pada peristiwa masa lalu
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّه
َ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : " Hendaklah setiap jiwa melihat apa yang yang telah diperbuat untuk hari esok " (QS. Al-Hasyr : 18)
Dengan banyak belajar dari kisah kehidupan seks bebas yang berakibat terjangkit AIDS seperi Didi Mirhard, seorang bintang iklan, sinetron dan fotomodel yang akhirnya meninggal karena ditaklukkan HIV/AIDS, akan membuat orang takut untuk terlibat dengan AIDS.
3. Menganjurkan menjaga kesucian kemaluan. Firman Allah ;
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُون
إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
Artinya : " Sesungguhnya beruntuhlah orang-orang yang beriman …. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki , maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS. Al-Mu'minun :1-5-6)
Dengan menyalurkan syahwat birahi kepada yang berhak, sesuai dengan anjuran Al-Qur'an, berarti kita telah menjaga kehormatan dan menghindar berbuat zina berarti mengurangi risiko penularan infeksi HIV/AIDS. Risiko terinfeksi HIV sebenarnya dapat dihilangkan dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan banyak jenis apalagi melalui anus (dubur).
4. Menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya : " Kamu sekalian sebaik-baiknya umat, diciptakan agar kamu sekalian menyuruh kepada kebaikan, mencegah kemungkran dan beriman kepada Allah. (QS. Al Imron :110)
Budaya untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) harus digalakkan di tengah-tengah masyarakat. Maraknya pergaulan bebas dan seks bebas yang dipicu oleh semakin menjamurnya fasilitas hiburan dan penginapan harus diimbangi dengan penggalakan amar ma’ruf nahi munkar agar tidak ada peluang untuk pergaulan bebas, seks bebas atau pelacuran.
Dan termasuk dari amar ma'ruf juga dengan memberantas sarang penularan HIV/AIDS. Pelacuran (penzinaan) merupakan sarang utama penularan HIV/AIDS. Pelacuran memang sulit diberantas habis, namun ia dapat ditekan seminimal mungkin. Sehubungan dengan itu, upaya pembenahan perilaku hidup individu atau masyarakat seharusnya didukung oleh adanya kebijakan untuk memberantas sarang-sarang pelacuran baik resmi (lokalisasi) maupun terselubung.
Pemerintah seharusnya bisa bertindak tegas mengatasi segala bentuk pelacuran, menghukum pelakunya dengan hukuman yang keras. Karena jika dibiarkan kehancuran moral akan semakin besar, dan penyakit AIDS akan semakin cepat mewabah. Untuk mengatasi pelacuran, hendaknya tidak lagi memakai dasar tempat resmi (lokalisasi) dan tidak resmi sehingga upaya yang dilakukan hanya sekadar merazia pelaku yang berpraktik di tempat tidak resmi.. dan dari segi bahasa, sebutan "pelacur" untuk pelaku perzinaan hendaknya lebih sering dipakai, misalnya di media massa, agar memberikan dampak psikologis terhadap pelakunya. Jangan lagi diperhalus dengan istilah WTS (Wanita Tuna Susila), pramunikmat atau PSK (Pekerja Seks Komersial). Istilah-istilah tersebut mengesankan pemerintah dan masyarakat bersikap lunak atau melegalisasi pelacuran.
5. Mengajak memperkuat iman dan taqwa.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya : " Bertaqwalah kepada Allah, dan janganlah sekali-kali mati, kecuali dalam keadaan iman. (QS. Al-Imron : 102)
AIDS dapat dicegah dengan agama, yakni dengan membekali diri dengan iman dan taqwa. Iman yang kuat akan melahirkan sifat taqwa yakni melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

















E. KESIMPULAN DAN PENUTUP
Dari uraian diatas, dapatlah penulis ambil beberapa kesimpulan :
1. Al Qur'an sebagai sebuah pedoman hidup telah memberikan isyarat kepada umat manusia agar banyak mengambil pelajaran atau hikmah yang terkandung dibalik peristiwa-peristiwa dan kisah-kisah umat terdahulu sebagai cermin di masa yang akan datang, termasuk munculnya wabah penyakit menimpa kaum nabi tertentu yang secara kontektual barangkali bisa dikaitkan dengan munculnya fenomina aids dan flu burung saat ini
2. Penyakit AIDS berasal dari Virus Human Immunodificiency Virus (HIV) dan Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan merusak sel-sel darah putih sebagai penangkal infeksi sehingga lama kelamaan kekebalan dan daya tahan tubuh berkurang serta mudah terkena penyakit.
3. Penyakit Flu burung disebabkan oleh virus influenza, virus ini menyebabkan kepatian pada unggas dan manusia. Baik AIDZ dan flu burung termasuk penyakit menular yang perlu ditanggulangi.
4. AIDS dalam Al-Qur'an berkaitan dengan prilaku kaum Nabi Luth, sedangkan Flu Burung berkaitan dengan burung ababil pada peristiwa gajah yang sama-sama membawa virus misterius dan mematikan.
5. Penanggulangan AIDS dalam perspektif Al-Qur'an antara lain perlunya pemahaman larangan zina, anjuran bercermin diri, menjaga kesucian kemaluan, menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, dan penananam iman dan taqwa. Sedangkan penanggulangan flu burung dengan cara menjaga lingkungan sekitar dari kotoran yang bisa membawa wabah dan penyakit
6. Pelajaran yang cukup menarik dari dari virus aids dan flu burung adalah Pertama, bahwa virus tidak akan menghinggap kepada seseorang, apabila ia selalu bersikap hati-hati dalam berprilaku dalam hidupnya. Kedua, manusia dituntut untuk selalu menjaga kesehatan jasmani maupun rahani dari berbagai penyakit, karena sehat modal termahal dalam hidup manusia.
Demikian uraian singkat dari penulis berkaitan aids dan flu burung serta penanganannya dalam perspektif Al Qur’an. Atas saran dan masukan dalam penyempurnaan makalah ini, penulis ucapkan terima kasih.


DAFTAR PUSTAKA.
- Departemen Agama, Al-Qur'an dan Terjemahannya, (Depag, Jakarta,1971)
- Fachruddin, Ensiklopedi Al-Qur'an, (Rineka Cipta, Jakarta, 1992)
- Hamka, Tafsir Al-Azhar, (Pustaka Panjimas, Jakarta, 1982)
- Qurais Shihab, Tafsir Al-Misbah ( Lentera, Jakarta, 1996 ).
- Mahmud Yunus, Tafsir Al-Qur'an, (Hidakarya Agung, Jakarta,1969)
- Hamid Hasan, Indeks Al-Qur'an, (Yayasan Halimah Sa'diyah, Jakarta, 1995)
- httt:/www.indomedia.com./post/032000
- httt:/www.diskes.div.org/2X=berita
- httt//www.sumberprof.go.id/homer.detail








AIDS DAN FLU BURUNG SERTA PENANGANANNYA
DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN





REVISI MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Isu-Isu Aktual Dalam Perspektif Al-Qur'an
Dosen Pengampu : Dr. Hamim Ilyas, MA.

Oleh :
Muhammad Thohir, S.Sos.I
NIM : 07.213.516


KONSENTRASI STUDI AL-QUR'AN DAN AL HADIS
PROGRAM STUDI AGAMA DAN FILSAFAT
PASCA SARJANA UIN SUNAN KALIJAGA
JOGJAKARTA
2008



No comments:

Post a Comment

Silahkan Tuliskan Komentar Anda disini. jika anda belum mempunyai Google Account atau Open ID, Anda bisa Menggunakan Name/Url (disarankan menggunakan opsi ini) atau Anonimous.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Advertise

Contact Us

n