Hubungan Filsafat Bahasa dengan Hermeneutika
Menurut Wilhelm Dilthey, tugas hermeneutika adalah untuk melengkapi teori pembuktian validitas universal interpretasi agar mutu sejarah tidak tercemari oleh pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.Image / pixabay.com |
Peranan bahasa dalam proses hermenutika yang lebih dekat dengan aspek metodis dari pada aspek ontologisnya sebagaimana dilakukan oleh gardamer. Demikian pula habermes lebih menekankan aspek pragmatis bahasa dari pada aspek formal dan verbalnya.
Dalam sains terutama ilmu-ilmu alam senantisa membuat suatu generalisasi yang pada akhirnya ditentukan suatu aksioma, dalil atau rumus yang memiliki keberlakuan yang bersifat universal. Sebaliknya dalil, aksioma ataupun rumus memiliki keberlakuan yang secara deduktif dalam setiap kejadian atau peristiwa yang sama.
Berbeda dengan metode sains, hermeneutika lazimnya berupaya untuk menerangkan sesuatu yang bersifat individual dan khas, bukan yang bersifat universal. Bagaimana dapat terjadi suatu metode menerngkan hal yang individual dan tunggal dengan mengunakan suaru cara yang universal. Dalam ilmu poengetahuan empiris analitik, proses kedua hal tersebut hanya dapat terjadi atas dasar asimilasi transcendental apriori dari pengalaman yang mungkin dengan suatu ungkapan universal bahasa-bahasa teoretis ( hebermes 1972: 162-163)
loading...
Silahkan Tuliskan Komentar Anda disini. jika anda belum mempunyai Google Account atau Open ID, Anda bisa Menggunakan Name/Url (disarankan menggunakan opsi ini) atau Anonimous. Mohon berkomentar dengan bijak dan jangan spamSilahkan komentar